BerAKHLAK sebagai Fondasi Transformasi: Perjalanan PPPOMN Menuju WBBM

03-08-2026 PPPOMN Dilihat 226 kali

Pembangunan Zona Integritas (ZI) bukan sekadar upaya meraih predikat, melainkan perjalanan panjang dalam membangun organisasi yang semakin bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Bagi Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), perjalanan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan proses transformasi yang tidak hanya berfokus pada penguatan sistem dan inovasi, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang kuat dan berkelanjutan.

Sebagai laboratorium rujukan nasional dan internasional, PPPOMN dituntut tidak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang berintegritas, berkualitas, mudah diakses, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi yang dilakukan selalu berpijak pada nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai fondasi perubahan.

BerAKHLAK sebagai Penggerak Perubahan

Transformasi organisasi selalu dimulai dari manusia yang menjalankannya. Sistem yang baik hanya akan menghasilkan dampak optimal apabila didukung oleh budaya kerja yang kuat. Karena itu, PPPOMN menempatkan internalisasi nilai BerAKHLAK sebagai salah satu strategi utama dalam pembangunan Zona Integritas.

Nilai Berorientasi Pelayanan mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Akuntabel menjadi landasan dalam menjalankan tugas secara transparan dan bertanggung jawab. Kompeten diwujudkan melalui pengembangan kapasitas dan peningkatan keahlian secara berkelanjutan. Harmonis memperkuat budaya saling menghargai, Loyal menumbuhkan dedikasi terhadap organisasi dan negara, Adaptif mendorong kemampuan menghadapi perubahan, sementara Kolaboratif menjadi penguat sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan.

Untuk memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi budaya, PPPOMN terus melakukan berbagai upaya internalisasi melalui program Agent of Change (AoC), kampanye budaya kerja, forum pembelajaran, kegiatan kebersamaan, survei internal, hingga evaluasi berkala. Dengan cara ini, perubahan tidak hanya terlihat pada dokumen dan prosedur, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan cara kerja seluruh pegawai.

Dari WBK Menuju WBBM: Transformasi yang Terus Bertumbuh

Perjalanan menuju WBBM semakin terakselerasi setelah PPPOMN meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2020. Capaian tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat berbagai aspek organisasi secara lebih luas dan mendalam.

Salah satu transformasi terbesar diwujudkan melalui digitalisasi layanan. Pengembangan platform INFALABS berhasil mengintegrasikan berbagai proses layanan ke dalam satu sistem yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Penguatan digital juga dilakukan melalui pengembangan SIMA sebagai sistem pengelolaan metode analisis, Rumah PPPOMN sebagai dashboard terpadu, serta SIRENDRA untuk penguatan akuntabilitas kinerja.

Seiring dengan penguatan sistem, jumlah inovasi yang dikembangkan PPPOMN meningkat secara signifikan dari 5 inovasi menjadi 26 inovasi. Inovasi tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan, penguatan pengawasan, efisiensi proses kerja, hingga penguatan budaya organisasi.

Transformasi juga diwujudkan melalui regionalisasi laboratorium yang mampu meningkatkan efektivitas layanan sekaligus menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp371,8 miliar untuk pengadaan instrumen berteknologi tinggi. Pada saat yang sama, konsep Green Laboratory mulai diterapkan sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan efisiensi operasional.

Inovasi untuk Bangsa, Dampak hingga Tingkat Global

Transformasi yang dilakukan PPPOMN tidak berhenti pada penguatan internal. Berbagai inovasi yang dikembangkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun sistem pengawasan obat dan makanan secara nasional.

Dalam bidang pengembangan metode analisis, PPPOMN berhasil meningkatkan status metode yang semula hanya digunakan secara internal menjadi standar nasional, ASEAN, bahkan standar internasional. Kontribusi ini tidak hanya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Di bidang pengembangan baku pembanding, PPPOMN menjadi produsen bahan acuan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat ISO 17034:2016. Hingga Januari 2026, PPPOMN telah menghasilkan 871 jenis senyawa baku pembanding yang dimanfaatkan oleh laboratorium internal maupun berbagai pemangku kepentingan eksternal.

Berbagai capaian strategis juga berhasil diraih, mulai dari sertifikasi Laboratorium BSL-3, penghargaan PPKM Award, Pelayanan Prima, badan publik informatif, hingga pengakuan internasional melalui WHO Listed Authority (WLA) dan WHO Prequalification. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas sistem pengujian PPPOMN telah memenuhi standar global dan semakin dipercaya di tingkat internasional.

Mewujudkan Pelayanan Prima yang Berdampak

Pada akhirnya, seluruh transformasi yang dilakukan bermuara pada satu tujuan utama: memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Melalui INFALABS, layanan publik PPPOMN berkembang dari lima layanan menjadi delapan layanan yang terintegrasi dalam satu platform digital. Dampaknya terlihat pada peningkatan kualitas pelayanan hingga memperoleh kategori Pelayanan Prima, meningkatnya indeks kepuasan masyarakat, serta semakin luasnya jangkauan layanan hingga tingkat internasional. Waktu layanan penyediaan baku pembanding yang sebelumnya mencapai 82 hari kerja berhasil dipersingkat menjadi hanya 3 hari kerja. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) meningkat sebesar 239,8% dibandingkan tahun 2019.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menjaga Semangat Transformasi

Perjalanan PPPOMN menuju WBBM membuktikan bahwa perubahan besar lahir dari komitmen yang dilakukan secara konsisten. Penguatan sistem, inovasi layanan, pembangunan budaya kerja, dan internalisasi nilai BerAKHLAK berjalan beriringan sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Predikat WBBM bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan fondasi budaya BerAKHLAK yang semakin kuat, PPPOMN akan terus melangkah menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Manajemen Perubahan

Sarana